BANGSA DAN NEGARA

  1. Hakikat bangsa dan unsur terbentuknya negara
  • Bangsa tumbuh menjadi besar dan kuat karena didukung oleh sumber daya manusia yang andal. Unsur utama pembentuk bangsa adalah manusia. Manusia pada dasarnya berkedudukan sebagai makhluk individu dan social. Manusia memerlukan manusia lainnya untuk bertahan hidup oleh sebab itulah manusia disebut zoon politicon.
  • Bangsa adalah sekumpulan masyarakat yang memiliki persamaan ras dan adat istiadat yang menjadi pembeda dengan bangsa lain.
  • Unsur terbentuknya Negara : Rakyat, wilayah, pemerintah yang berdaulat, dan pengakuan dari Negara lain
  1. Hakikat Negara dan bentuk-bentuk kenegaraan
  • Negara adalah suatu tubuh yang senantiasa maju, berevolusi, dan terdiri dari orang-orang
  • Negara bersifat memakasa artinya Negara mempunyai kekuatan fisik secara legal. Alat untuk itu adalah polisi, tentara dan alat hukum lainnya.
  • Negara bersifat monopoli artinya Negara menetapkan tujuan bersama masyarakat, yaitu menentukan mana yang boleh dan mana yang tidak boleh karena dianggap bertentangan dengan tujuan Negara dan masyarakat.
  • Negara bersifat mencakup semua artinya segala peraturan perundangan yang berlaku adalah untuk semua orang tanpa kecuali
  • Cara untuk mengetahui asal mula terjadinya Negara ada 3 yaitu: secara factual, secara teoritis, berdasarkan proses pertumbuhan
  • Secara factual terjadinya Negara dapat digolongkan ke dalam beberapa istilah yaitu:
    • Occupatie (pendudukan)
    • Cessie (penyerahan)
    • Accesie (penaikan)
    • Fusi (peleburan)
    • Proklamasi
    • Innovation (pembentukan baru)
    • Anexatie (pencaplokan/penguasaan)
    • Secara teoritis terjadinya Negara dapat dilihat dari beberapa teori pembentukan Negara yaitu:
      • Teori Ketuhanan
      • Teori Kekuasaan
      • Teori Perjanjian Masyarakat
      • Teori Hukum Alam
      • Teori Terjadinya Negara Indonesia melaui proklamasi yang diwujudkan melalui perjuangan rakyat Indonesia mengusir penjajahan bangsa asing.
      • Pengakuan dari Negara  lain terdiri dari pengakuan de facto dan de jure. Pengakuan dari Negara lain bermakna pembuka jalan bagi pergaulan dunia dan hubungan diplomatic antar Negara.
      •  Bentuk negara yang dianut oleh negara-negara dunia ada dua macam, yaitu negara Kesatuan (Unitaris), dan negara Serikat (Federal)
      • Negara kesatuan adalah bentuk negara yang merdeka dan berdaulat, dengan satu pemerintahan pusat yang berkuasa, serta mengatur seluruh daerah.
      • Dalam prakteknya negara kesatuan dapat dibedakan menjadi dua macam, yairu:
        • Negara Kesatuan dengan sistem sentralisasi

Negara kesatuan dengan sistem sentralisasi adalah sistem pemerintahan yang seluruh persoalan yang berkaitan dengan negara langsung diatur dan diurus oleh  pemerintah pusat, sedangkan daerah hanya tinggal melaksanakan saja.

  • Negara kesatuan dengan sistem desentraliasi

Negara kesatuan dengan sistem desentralisasi adalah sistem pemerintahan yang memberikan sebagi kekuasaan pemerintahan kepada daerah menjadi urusan rumah tangganya sendiri. Hak daerah untuk mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri disebut otonomi daerah,

Contoh: Negara Republik Indonesia.

  • Negara Serikat atau negara Federal yaitu bentuk negara gabungan dari beberapa negara bagian. Pada awalnya negara-negara bagian tersebut merupakan Negara yang merdeka, berdaulat, dan berdiri sendiri. Setelah menggabungkan diri dengan Negara Serikat, maka dengan sendirinya negara tersebut melepaskan sebagian dari kekuasaannya dan menyerahkannya kepada Negara Serikat.
  • Bentuk-bentuk kenegaraaan sebagai berikut:
    • Koloni adalah suatu daerah yang sepenuhya berada di bawah penguasaan Negara lain.
    • Trustee (perwalian) adalah wilayah yang diurus oleh Negara lain di bawah Dewan Perwalian PBB.
    • Dominion adalah Negara-negara yang tergabung dalam The British Commonwealth of Nations atau Negara-negara persemakmuran
    • Uni adalah Negara yang terbentuk dari dua Negara yang merdeka dan berdaulat atau lebih bersatu dengan maksud untuk lebih meningkatkan persatuan di antara mereka.
    • Mandat adalah suatu Negara bekas jajahan dari Negara-negara yang kalah dalam Perang Dunia I.
    • Protektorat adalah Negara yang dikontrol bukan dimiliki oleh Negara lain.
  1. Fungsi dan Tujuan NKRI
  • Ada beberapa teori mengenai tujuan Negara yaitu:
    • Teori tujuan Negara adalah mencapai kekuasaan, tokohnya Shang Yang dan Machiavelli
    • Teori tujuan Negara adalah perdamaian dunia, tokohnya Dante Alighieri
    • Teori tujuan Negara adalah jaminan atas hak dan kebebasan, tokohnya Immanuel Kant dan Kranenburg
    • Menurut Muhammad Kusnardi, SH, fungsi negara dapat dibagi menjadi dua, yaitu:
      • Menjamin ketertiban (Law and Order) Untuk mencapai tujuan Negara dan mencegah timbulnya konflik dalam masyarakat, negara harus menjamin terciptanya ketertiban. Jadi negara berfungsi sebagai stabilisator dalam masyarakat.
      • Mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat. Mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat dianggap sebagai fungsi negara yang utama. Negara yang berhasil adalah negara yang mampu meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyatnya. Untuk itu negara harus melaksanakan program pembangunan yang dapat meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyatnya.
      • Fungsi negara Republik Indonesia ada empat, yaitu:
        • Memberi perlindungan kepada segenap warga negara dan Tanah Air. Negara harus dapat mencipatakan rasa aman bagi setiap warga negara, serta menjaga dan mempertahankan kedaulatan negara dari segala ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan baik yang datang dari dalam maupun dari luar, baik yang langsung maupun yang tidak langsung.
        • Memajukan kesejahteraan dan kemakmuran. Untuk itu pemerintah harus dapat menyediakan lapangan pekerjaan bagi warga negara, serta mengelola bumu dan air serta kekayaan alam yang terkandung di dalamnya untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.
        • Mencerdaskan kehidupan bangsa. Negara harus mampu menyelenggarakan suatu sistem pendidikan nasional yang diatur dengan undang-undang. Menyediakan sarana dan prasarana pendidikan merupakan tanggung jawab Negara untuk memenuhi fungsinya sebagaimana yang diamanatkan oleh UUD 1945.
        • Menegakkan keadilan, yang dilaksanakan oleh Mahkamah Agung dan lain-lain badan kehakiman yang diatur dengan undang-undang.
        • Tujuan negara Republik sebagaimana yang ditegaskan dalam Pembukaan UUD 1945 Alinea ke-empat adalah:
          • Melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia.
          • Memajukan kesejahteraan umum.
          • Mencerdaskan kehidupan bangsa
          • Ikut melaksanakan perdamaian dunia berdesarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
          • Nasionalisme adalah paham kebangsaan yang mengandung makna kesadaran dan semangat cinta tanah air;memiliki kebanggaan sebagai bangsa atau memelihara kehormatan bangsa.
          • Menurut sifatnya, nasionalisme dapat dibagi menjadi dua, yaitu sebagai berikut:
            • Nasionalisme dalam Arti Sempit

Nasionalisme dalam pengertian ini diartikan sebagai perasaan kebangsaan atau cinta terhadap bangsanya yang tinggi dan cenderung berlebih-lebihan, sementara terhadap bangsa lain memandang rendah. Nasionalisme dalam pengertian ini sering disamakan dengan Jingoisme atau Chauvinisme, seperti yang dianut oleh bangsa Jerman di masa Adolf Hitler, Deutschland Ubor Alles In der Velt (Jerman di atas segala-galanya dalam dunia).

  • Nasionalisme dalam Arti Luas

Nasionalisme dalam pengertian ini diartikan sebagai perasaan cinta atau bangga terhadap tanah air dan bangsanya, tetapi terhadap bangsa lain tidak memandang rendah.

Patriotisme adalah sikap mencintai tanah air.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s